Deklamasi Puisi: Ekspresi Tiada Henti

Deklamasi Puisi: Ekspresi Tiada Henti

Oleh: Ramdan Saleh

 

Soal rasa rindu yang bergetar hebat?

Biar dari jauh kukirimkan pelukan erat.

Semoga dapat membuat hatimu hangat.

Yakin, kita semua pasti kuat.

 

Karena selama kita saling membantu

tak lupa untuk terus bahu membahu

bergerak bersama sebagai bangsa yang satu,

badai ini pasti akan berlalu.

 

Nukilan puisi di atas adalah karya Kilau Kinasih Putri Khameshwari berjudul Jeda Semesta. Puisi yang membakar semangat kita menghadapi situasi sekarang ini. Sudah satu tahun pandemi ini melanda negeri. Seluruh lini kehidupan terkena dampaknya.  Jarak tercipta di antara manusia. Rindu tumbuh bagai daun cemara. Dan kita dipaksa kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Dunia Pendidikan kita hari ini didorong untuk memanfaatkan teknologi, agar generasi penerus bangsa tetap bisa mendapatkan Pendidikan. Namun tetap saja kita kehilangan atmosfir sosial. Anak-anak tidak merasakan sapa salam guru-gurunya, gurau canda teman sebaya, karena jarak memang harus dijaga.

Jika puisi bisa menggambarkan realitas hari ini. Maka, pembacaan puisi adalah upaya menyuarakannya. Perasaan dan emosi yang menjadi jiwa puisi diluapkan dalam bentuk deklamasi puisi.

SD BPI menggelar lomba pembacaan puisi secara virtual dalam rangkaian acara kegiatan Jeda Tengah Semester SD BPI pada hari Selasa, 18 Maret 2021. Lomba pembacaan puisi diikuti 48 peserta yang mewakili kelas masing-masing. Ada 6 puisi yang dilombakan untuk setiap tingkat. Tentunya dengan bobot kesulitan yang berbeda-beda. Puisi dibaca dengan lantang di depan kamera dari rumah masing-masing peserta. 24 peserta dinilai oleh juri-juri kompeten dan berpengalaman di bidangnya.

Lomba yang berlangsung selama 4 jam itu dimulai dengan menghadirkan pembaca puisi dari kelas bawah. Pembacaan puisi ini diharapkan menumbuhkan minat baca dan membangkitkan keberanian siswa untuk bisa tampil percaya diri.

Kelas atas pun tak kalah semangat. 20 peserta memberikan penampilan terbaiknya. Menurut dewan juri, cukup sulit memberikan penilaian karena setiap peserta menampilkan pembacaan puisi dengan baik. Ada beberapa aspek penilaian, di antaranya vokal, penghayatan, dan ekspresi. Selanjutnya akan dipilih 3 juara untuk tiap tingkat.

Dengan adanya lomba tersebut sekiranya mewakili ekspresi semua murid SD BPI, bahkan kita semua. Emosi, rindu, kenangan  yang diluapkan melalui suara yang lantang, gestur, penghayatan, dan penuh ekspresi. Dari studio SD BPI, kami bisa merasakan apa yang dirasakan murid dan orang tua di rumah. Kami yakin, setiap murid memiliki perasaan yang sama. Walau rasa kangen itu begitu besar, tidak membuat mereka patah semangat. Ada harapan yang terbit di mata mereka. Harapan dan keyakinan kita akan melalui pandemi ini. Seperti kata Robin Williams, "Kamu akan mengalami masa-masa sulit, tetapi itu akan selalu membangunkanmu untuk hal-hal baik yang luput dari perhatian."

 


Print   Email