Meningkatan Mutu Pendidikan Melalui Sekolah Penggerak

Meningkatan Mutu Pendidikan Melalui Sekolah Penggerak

Sekolah Dasar BPI adalah sekolah yang selalu berinovasi untuk meningkatkan mutu Pendidikan siswa-siswinya. Salah satu inovasi yang telah dilakukan oleh SD BPI adalah mengikuti seleksi sekolah penggerak.

Pada bulan Desember  2021 SD BPI dinyatakan lolos seleksi menjadi sekolah penggerak  tahap 2. Lantas apa itu sekolah penggerak? Saya akan coba mengupasnya.

Program Sekolah Penggerak diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Bagi Nadiem, Sekolah penggerak akan menjadi cara akselerasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui penciptaan peserta didik Pancasila.

Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program sekolah penggerak merupakan program peningkatan kualitas belajar siswa yang terdiri dari 5 jenis intervensi untuk mempercepat sekolah menjadi 1-2 tahap lebih lanjut dalam kurun waktu 3 tahun akademik.

Intervensi untuk mempercepat sekolah dilakukan dengan cara;

  1. Pendampingan konsultatif dan asimetris oleh Kemendikbud dan pemerintah daerah,
  2. Penguatan SDM Sekolah (Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru) melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.
  3. Pelatihan untuk KS, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru berupa: pelatihan implementasi pembelajaran dengan paradigma baru bagi kepala sekolah, pengawas, penilik, dan guru. Pelatihan kepemimpinan pembelajaran bagi kepala sekolah, pengawas, penilik, dan pendampingan untuk Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru.
  4. Perencanaan berbasis data sehingga manajemen dilakukan berbasis sekolah dan perencanaan dibuat berdasarkan refleksi diri sekolah
  5. Pengoptimalan digitalisasi Sekolah, dengan menggunakan berbagai platform digital yang bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized.

Program Sekolah pemggerak akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Pada tahun ajaran 2022 atau 2023 melibatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kabupaten atau kota.

Pendaftaran Program Sekolah Penggerak  dimulai dengan pendaftaran kepala sekolah untuk semua jenjang, Kepala sekolah yang ingin mendaftar sebagai peserta Sekolah Penggerak, harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki sisa masa jabatan sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa jabatan.
  2. Terdaftar dalam data dasar pendidikan (Dapodik).
  3. Membuat surat pernyataan yang menerangkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan sebenarnya sedang bertugas di sekolah dengan sisa masa jabatan sebagai kepala sekolah, dari yayasan atau badan perkumpulan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  4. Melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif jika dinyatakan lulus dalam pengumuman seleksi tahap kedua.

Apabila kepala sekolah sudah memenuhi kriteria tersebut, selanjutnya  Kemendikbud akan menyeleksi kepala sekolah dengan kriteria:

  1. Memiliki tujuan atau misi yang ingin dicapai.
  2. Memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran.
  3. Memiliki kemampuan pendampingan (coaching) atau pendampingan.
  4. Memiliki kemampuan untuk membangun kerjasama.
  5. Berorientasi untuk belajar.
  6. Memiliki kedewasaan etis.

Seleksi yang cukup ketat, tentu saja sebanding dengan manfaat yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan Program Sekolah Penggerak, yaitu: peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu 3 tahun, percepatan digitalisasi sekolah, kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain.

Semoga dengan menjadi sekolah penggerak, visi SD BPI dapat tercapai, yaitu mewujudkan lulusan yang berakhlak mulia, cerdas, sehat, dan berwawasan global.

(Rina Indrawaty)


Print   Email